Balikpapan – BI Balikpapan Perkirakan Ekonomi Perkembangan inflasi dan kondisi makroekonomi di Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi sorotan Bank Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menyampaikan hasil overview perkembangan makroekonomi. Termasuk inflasi dan harga komoditas strategis di wilayah kerjanya.
Tepatnya, wilayah kota Balikpapan, Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Ia membeberkan, inflasi di Balikpapan dan Penajam Paser Utara pada tahun 2025 diprakirakan masih akan berada dalam sasaran inflasi nasional 2025 (2,5 persen±1 persen).
Sehingga, menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan, PPU dan Paser diprakirakan masih akan tetap tumbuh kuat pada 2026. Dengan didukung adanya lapangan usaha utama di masing-masing daerah.
Diantaranya, industri pengolahan di Balikpapan, konstruksi terkait berlanjutnya pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) di PPU dan pertambangan di wilayah Paser.
Sehingga, menurutnya, optimalisasi pengembangan produksi lokal dalam pemenuhan pasokan pangan perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan SPPG-MBG.
Baca Juga : Rayakan Momen Natal Tahun Baru, Plaza Balikpapan Hadirkan 3 Program Belanja Berhadiah

Termasuk juga, mendorong upaya peningkatan produksi pangan seperti optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan di PPU dan pengembangan budidaya cabe di Paser oleh Ibu PKK.
“Juga mendorong dan memperkuat sinergi dan kolaborasi TPID di tiga wilayah yang selama ini telah terjalin dengan baik, termasuk memperkuat kerjasama antar daerah (KAD), serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara periodik dan konsisten,” jelasnya, Selasa (9/12/2025).
Untuk diketahui, belum lama ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah TPID juga telah melakukan berbagai upaya dalam pengendalian inflasi daerah menjelang HBKN Nataru 2025-2026.
Untuk itu, berbagai upaya dan kebijakan telah dan akan dilakukan dalam pengendalian inflasi daerah.
Salah satunya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang HBKN Nataru 2025-2026 yang secara intensif dilakukan diberbagai wilayah. Diantaranya, di Balikpapan selama 10 hari, PPU selama 12 hari, dan Paser selama 23 hari.
Sebelumnya, TPID telah menggelar High Level Meeting (HLM) di Balikpapan untuk menyusun strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025–2026.















