Balikpapan – DPRD Balikpapan Gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara mahasiswa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) digelar di Gedung DPRD Balikpapan pada Senin (22/9/2025).
Pertemuan ini membahas sejumlah persoalan layanan air bersih yang menjadi sorotan publik.
Ditemui selepas RDP, Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Siswanto Budi Utomo, menjelaskan bahwa mahasiswa menanyakan kondisi air PDAM di beberapa wilayah yang masih keruh.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti adanya jaringan yang tidak mengalir meski pelanggan tetap membayar tagihan.
“Banyak di daerah-daerah, PDAM itu warnanya keruh, terus ada juga yang memakai air yang tidak mengalir,” kata Siswanto.
Baca Juga : ABN dan Wajah Baru Pemberdayaan Masyarakat di Sangasanga, Sejalan Strategi Keberlanjutan TBS 2030

Dalam pertemuan tersebut, PDAM bersama jajaran hadir langsung untuk memberikan jawaban.
Mereka memaparkan rencana kerja PDAM dari 2020 hingga 2029, termasuk strategi menghadapi tantangan bencana yang berdampak pada distribusi air minum.
“Semua pertanyaan mahasiswa sudah dijawab panjang lebar oleh Direktur PDAM,” ucap Siswanto.
Komisi II DPRD Balikpapan menegaskan posisinya hanya sebagai perantara dalam forum tersebut.
“Kita sifatnya hanya sebagai perantara saja, memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan Direktur PDAM,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai mengganti pipa transmisi baja yang kerap bocor dengan pipa berteknologi high density polyethylene (HDPE) yang diklaim mampu bertahan hingga 40–50 tahun.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menegaskan peremajaan jaringan menjadi langkah penting agar distribusi air tetap andal.
“Setelah interkoneksi pipa di Grand City dibuka, tekanan air kami tingkatkan, pipa di Agung Tunggal justru bocor,” katanya.
Selama satu bulan terakhir, kebocoran tercatat hingga 18 kali hanya di ruas Jalan Agung Tunggal.
Kondisi tersebut membuat PTMB mempercepat rencana revitalisasi agar layanan pelanggan tidak terus terganggu.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai mengganti pipa transmisi baja yang kerap bocor dengan pipa berteknologi high density polyethylene (HDPE) yang diklaim mampu bertahan hingga 40–50 tahun.
termasuk strategi menghadapi tantangan bencana yang berdampak pada distribusi air minum.
Siswanto Budi Utomo, menjelaskan bahwa mahasiswa menanyakan kondisi air PDAM di beberapa wilayah yang masih keruh.















