Balikpapan – HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), berbagai stan dari seluruh Indonesia memamerkan produk kerajinan unggulan di Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan, Kalimantan Timur. Salah satu stan yang menarik perhatian adalah milik Dekranasda Sumatera Utara (Sumut) yang menampilkan beragam produk seperti tas, songket, dan baju bermotif khas daerah.
Acara yang mengusung tema “Perajin Berdaya Mendunia” ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, serta seluruh Ketua Dekranasda se-Indonesia.
Kahiyang Ayu: Perkuat Silaturahmi dan Promosikan Kerajinan Sumut
Ketua Dekranasda Sumut Kahiyang Ayu menyatakan bahwa momentum HUT Dekranas ke-45 ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempromosikan produk kerajinan daerah.
“Saya berharap melalui pameran, promosi, dan jejaring yang terbentuk, industri kerajinan Indonesia, khususnya Sumatera Utara, terus maju dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Kahiyang yang mengenakan Vest Motif Sadum rancangan Zul Said.
Stan Sumut menampilkan berbagai kerajinan tangan bernilai tinggi, seperti:
-
Tas bermotif Ulos Sadum, Ragi Idup, Mangiring, dan Puca dari Toba.
-
Tas kulit ular dari Langkat.
-
Tas Ulos Sadum mix jeans dari Tebing Tinggi.
-
Songket dan sarung selendang bermotif Tumtuman, Harungguan (Toba), Sadum Simata (Taput), Uis Nipes (Karo), serta motif Melayu dari Asahan.
-
Baju/fashion dengan motif Sadum dan HIOU dari Simalungun.
Selvi Ananda: Berdayakan Perajin dan Manfaatkan Digitalisasi
Ketua Dekranas Selvi Ananda dalam sambutannya menekankan pentingnya pendampingan bagi para perajin, terutama yang belum memiliki akses pasar.
“Kita harus aktif memberikan pembinaan, termasuk pendampingan dalam penggunaan media sosial bagi perajin di daerah terpencil. Mereka harus bisa memasarkan produknya secara offline maupun online,” pesan Selvi.

Baca Juga: Pelatihan Konten Kreator Kecamatan Balikpapan Tengah
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendampingan perizinan bagi perajin pemula agar bisa berkembang dan bersaing di tingkat global.
“Tujuan kita adalah perajin Indonesia harus bisa merajai pasar domestik terlebih dahulu, lalu meningkatkan nilai produk untuk menembus pasar global. Ini adalah tugas bersama,” tegasnya.
HUT Dekranas ke-45: Pameran, Kesehatan Gratis, hingga Kunjungan ke IKN
Ketua Panitia HUT ke-45 Dekranas, Muhaimin, menyebutkan bahwa rangkaian acara meliputi:
-
Pameran produk kerajinan dan UMKM.
-
Pemeriksaan kesehatan gratis.
-
Side event dan jamuan makan malam (gala dinner).
-
Kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Total peserta yang hadir mencapai 3.769 orang, terdiri dari Seruni Kabinet Merah Putih, pengurus Dekranas Pusat, serta perwakilan Dekranasda dari 37 provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.
HUT ke-45 Dekranas menjadi bukti bahwa kerajinan tangan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan para perajin lokal semakin berdaya dan mampu mengangkat nama Indonesia di mata dunia.















